Kamis, 12 Agustus 2010

Princess Hours Episode 16


Menginap di tempat peristirahatan kerajaan, Chae-kyoung yang kelaparan merengek supaya Shin membuatkan makanan untuknya. Sambil makan, Shin akhirnya mengaku kalau perjalanan itu dilakukan demi sang istri, karena ia tidak ingin mereka berpisah.
Setelah kembali ke istana, Chae-kyoung sempat protes karena Shin menunjukkan foto-fotonya dalam pose 'ajaib' didepan Kepala Pelayan. Meski begitu ia merasa gembira, karena sang suami telah menyatakan cintanya sekaligus menegaskan kalau tidak ada apa-apa antara Shin dengan Hyo-rin.
Di tempat lain, Hyo-rin kembali ke tempat dimana dirinya dan Shin pernah menjalin kenangan. Hetinya terasa sakit mendengar penuturan sang pangeran yang mengaku memang mencintai Chae-kyoung, dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menenggak sejumlah pil. Beruntung, nyawanya masih bisa diselamatkan.
Namun, tindakan itu kontan membuat Shin dan Chae-kyoung, yang merasa bersalah, cukup terpukul. Yang cukup mengejutkan adalah komentar Yoo, yang meminta gadis itu untuk menyerahkan posisi pendamping Shin pada Hyo-rin dan menyebut kalau pada akhirnya rivalnya itu yang bakal menang.
Kontan, Chae-kyoung yang semula telah yakin kalau Shin mencintainya mulai gamang lagi. Belakangan, ia memutuskan untuk mengunjungi Hyo-rin di rumah sakit namun kehadirannya ditolak gadis itu. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Putri Hye-jong, ia terus menghasut Hyo-rin dengan ucapan-ucapannya.
Kabar usaha bunuh diri Hyo-rin, yang menjadi berita utama surat kabar, sampai ke pihak kerajaan dan bisa ditebak, Raja langsung marah besar karena menganggap Shin-lah penyebab semua itu. Usaha Putri Hyeon-yeong untuk membela adiknya sia-sia, bahkan Chae-kyoung sekalipun tidak bisa menentramkan hati putra mahkota itu.
Permaisuri tidak tinggal diam, ia tahu bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Putri Hye-jong dan langsung menelepon Hyo-rin. Sementara itu, Shin yang kalut memutuskan untuk mendatangi kediaman Hyo-rin untuk berbicara empat mata. Ia tidak tahu kalau di istana, Chae-kyoung terus menanti kepulangannya

Prince Hours Episode 15


Ketika sedang bersantai bersama Ibu Suri dan Dayang Si, Ratu mendapat kabar bahwa seorang raja dari daratan Eropa telah meninggal. Rupanya, raja tersebut masih memiliki hubungan dengan Alexander van Aberhaust yang adalah salah seorang guru di sekolah kerajaan.
Akibat kejadian mendadak tersebut, Ratu harus meninggalkan Korea dan menyerahkan tampuk kekuasaan sementara pada Ibu Suri. Yang menarik, kedua pangeran diminta untuk membantu sebagai bagian dari ujian ketiga mengenai etika dan kecerdasan. Tidak cuma itu, Lee Hoo dan Lee Joon juga diminta merancang konsep pameran kesenian bertema unik.
Berita soal kemungkinan Ratu bersama Alexander di Eropa membuat pangeran Hyo-jang tersenyum licik, ia meminta Shi-yeon untuk kembali menjalankan rencana mereka menjatuhkan sang pemimpin. Di temapt lain, Sae-ryeong yang berpapasan dengan Soon-ae langsung menyindir gadis itu dan memintanya untuk memilih salah satu dari Lee Hoo atau Lee Joon.
Diberi akses untuk memasuki daerah yang hanya khusus diperuntukkan bagi Raja dan penerus tahta, kedua pangeran mulai mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk tugas mereka. Berbeda dengan Lee Joon yang langsung mendapat ide saat sekilas melihat rekaman, Lee Hoo baru mendapat ide belakangan tentang tema pertunjukan.
Sayang, idenya tidak diterima oleh pimpinan acara festival. Diam-diam, ide tersebut diamati oleh Hyo-jang, yang lagi-lagi menyiapkan cara untuk menjatuhkan sang pangeran. Masalah Lee Hoo tidak hanya itu, ia juga merasakan bahwa sejak kembali ke sekolah, Soon-ae tidak memperdulikannya sama sekali.
Berhasil meloloskan grup musik yang diinginkannya ke acara, Lee Hoo mendapat kabar tidak mengenakkan : B-Boy mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa menari. Dengan waktu yang sangat mepet, bahkan bantuan dari Sae-ryeong serta dua sahabatnya Min-hyeok dan Yoon-ju juga tidak akan berpengaruh banyak.
Di lokasi acara yang bakal digelar, Hyo-jang keheranan melihat banyaknya anak kecil yang hadir, namun dengan senyum bijak Ibu Suri menyebut bahwa alasan tersebut merupakan bagian dari rencana Ratu. Setelah berpikir keras, Lee Hoo akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan Bool Bam dan kawan-kawan.
Nyaris kehabisan waktu setelah grup yang diandalkan Lee Joon selesai bermain, Lee Hoo yang sempat ketar-ketir akhirnya bisa bernapas lega ketika diberitahu bahwa rekan-rekannya telah hadir. Bisa ditebak, aksi Boom Bam dan kawan-kawan membuat suasana menjadi meriah, apalagi belakangan Lee Hoo juga turut naik ke atas panggung.
Hyo-jang hanya bisa tersenyum kecut apalagi setelah melihat bahwa meski terlihat sangat konservatif, diam-diam para tetua istana ikut menikmati pertunjukan. Tugas bagi kedua pangeran ternyata diperpanjang setelah istana mendapat kabar kalau Ratu akan meneruskan lawatannya ke Afrika.
Ketika berjalan keluar, Lee Hoo mendapat kabar dari Sae-ryeong bahwa seorang pria yang memiliki hubungan dengan mendiang ibunya telah ditemukan. Sayang, pria bernama Choi Doo-yeon itu mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk membersihkan nama ibu sang pangeran. Tidak ingin rahasianya terusik, Hyo-jang memerintahkan Shi-yeon untuk menghabisi Doo-yeon.
Saat menghadap Ibu Suri, Lee Joon meminta supaya dirinya juga diberi ijin memilih seseorang untuk menemani belajar. Sementara itu di istana, Lee Hoo yang mendapat akses masuk ke daerah terlarang akhirnya mulai mengerti apa yang menimpa mendiang ibunya lebih dari 20 tahun silam

Princess Hours Episode 14


Melihat Yool memeluk Chae-kyoung, Shin langsung naik pitam, menarik sang istri dan memarahi pria itu. Namun, ucapannya saat berdua malah membuat Chae-kyoung tersinggung. Di sekolah, Yool kembali menegaskan perasaannya sehingga Chae-kyoung makin merasa tidak enak.
Di sekolah, berita tentang Hyo-rin yang menjadi orang ketiga terdengar oleh teman-teman Chae-kyoung, yang langsung melabrak gadis itu. Untungnya sebelum terjadi hal yang tidak mengenakkan, pertikaian itu bisa dicegah. Dari pembicaraan Hyo-rin, Chae-kyoung akhirnya mulai mengetahui rahasia yang dipendam sang rival.
Mulai merasa tidak nyaman dengan sikap Yool, Chae-kyoung mendapat pukulan baru ketika kembali di istana. Di kamarnya, ia mendapati foto-foto Shin saat di Thailand termasuk saat pria itu dicium Hyo-rin. Sudah tentu perasaannya hancur, sementara Permaisuri langsung naik pitam karena merasa ada penyusul didalam istana.
Beruntung, pria itu dibela oleh sang kakak Putri Hwan-yeong yang menyebut bahwa ciuman seperti itu adalah hal yang biasa dan menduga ada pihak ketiga yang bermain dibalik semua itu. Gara-gara kejadian itu, Chae-kyoung makin sering termenung.
Melihat kemuraman gadis itu, Yool berusaha menghibur dan hubungan mereka secara perlahan mulai membaik. Untuk mengubah keadaan, ia mengajak gadis itu kabur dari sekolah dan di pinggir sebuah sungai, Chae-kyoung menumpahkan kekesalannya sambil menangis.
Kepergian Chae-kyoung dan Yool terlihat oleh Shin, yang pikirannya langsung kacau. Chae-kyoung sendiri sengaja mematikan ponselnya untuk bersenang-senang sendirian merasakan hawa kebebasan (meski identitasnya sempat dikenali beberapa orang), sehingga para pegawai istana kuatir.
Ketika masuk kekamar gadis itu, Shin melihat fotonya bersama Hyo-rin dan sadar apa yang membuat sikap Chae-kyoung berubah drastis. Berpacu dengan Yool, pria itu mencari sang istri di setiap sudut kota. Yang paling terpukul adalah Hyo-rin, yang kecewa melihat Shin begitu kuatir akan keadaan Chae-kyoung.
Dari kamera pengawas, Shin akhirnya tahu kalau Chae-kyoung sudah pulang dan pergi ke salah satu tempat tersembunyi di istana. Begitu sampai kesana, ia langsung emosi melihat Yool, memukul sang sepupu, dan menarik Chae-kyoung dengan kasar.